Senin, 30 Mei 2016

Salak Merah Padang Sidempuan - Tapanuli Selatan Angkola


#SELAMAT MALAM PARA KAWAN#
(Menyimak info sekitar Salak dengan fokus pada Salak Merah
Padang Sidempuan - Tapanuli Selatan Angkola)
________________________________________________________________











___________________

Kata Pengantar
___________________

Lewat beberapa link dibawah ini, penulis mengurai mengenai macam
buah, al :

http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/02/apel-pengertian-sejarah-aspek-budaya.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/02/jeruk-dan-seluk-beluknya.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/02/jagung-pengertian-klasifikasi-sejarah.html
http://angkolafacebook.blogspot.co.id/2016/01/pisang-abang-dan-kopi-adek-bagi-la-dek.html

Untuk melengkapinya berikut info sekitar "Salak" dengan fokus pada
uraian "Salak Merah Padang Sidempuan" yang merupakan Salak satu-
satunya yang "Warnanya Merah" yang bukan saja di NUsantara, tapi
mungkin juga dunia dengan tapa perkawinan silang.

Salak ini, selain dapat di konsumsi langsung juga dapat dijadikan
kecap yaitu "Kecap Salak Merah Padang Sidempuan" yang tanpa perlu
kita sepakati berapa nomornya, karena nomrnya masih tetap No, 1

Selamat menyimak...!
bersama lagu kebanggaa-an dan dan kebangsa-an masyarakat Padang
sidempuan sekitarnya yaitu, "Ketabo". yamh da[at anda jawab
dengan "Keta...". Atau Ayo ya Ayo...!

Musik...!



_________________________________________

Sekilas info tentang Salak secara Umum
________________________________________





















* Pengertian

Salak adalah sejenis palma dengan buah yang biasa dimakan. Ia
dikenal juga sebagai sala (Min., Mak., Bug. dan Thai).
Dalam bahasa Inggris disebut salak atau snake fruit, sementara
nama ilmiahnya adalah Salacca zalacca. Buah ini disebut snake
fruit karena kulitnya mirip dengan sisik ular.

* Pemerian botanis

Palma berbentuk perdu atau hampir tidak berbatang, berduri banyak,
melata dan beranak banyak, tumbuh menjadi rumpun yang rapat dan
kuat. Batang menjalar di bawah atau di atas tanah, membentuk
rimpang, sering bercabang, diameter 10-15 cm.

Daun majemuk menyirip, panjang 3-7 m; tangkai daun, pelepah dan
anak daun berduri panjang, tipis dan banyak, warna duri kelabu
sampai kehitaman. Anak daun berbentuk lanset dengan ujung meruncing,
berukuran sampai 8 x 85 cm, sisi bawah keputihan oleh lapisan lilin.

Kebanyakan berumah dua (dioesis), karangan bunga terletak dalam
tongkol majemuk yang muncul di ketiak daun, bertangkai, mula-mula
tertutup oleh seludang, yang belakangan mengering dan mengurai
menjadi serupa serabut. Tongkol bunga jantan 50–100 cm panjangnya,
terdiri atas 4-12 bulir silindris yang masing-masing panjangnya
antara 7–15 cm, dengan banyak bunga kemerahan terletak di ketiak
sisik-sisik yang tersusun rapat. Tongkol bunga betina 20–30 cm,
bertangkai panjang, terdiri atas 1-3 bulir yang panjangnya
mencapai 10 cm.

Buah tipe buah batu berbentuk segitiga agak bulat atau bulat telur
terbalik, runcing di pangkalnya dan membulat di ujungnya, panjang
2,5–10 cm, terbungkus oleh sisik-sisik berwarna kuning coklat sampai
coklat merah mengkilap yang tersusun seperti genting, dengan
banyak duri kecil yang mudah putus di ujung masing-masing sisik.

Dinding buah tengah (sarkotesta) tebal berdaging, kuning krem
sampai keputihan; berasa manis, masam, atau sepat. Biji 1-3 butir,
coklat hingga kehitaman, keras, 2–3 cm panjangnya.

* Kegunaan







Salak terutama ditanam untuk dimanfaatkan buahnya, yang populer
sebagai buah meja. Selain dimakan segar, salak juga biasa dibuat
manisan, asinan, dikalengkan, atau dikemas sebagai keripik salak.
Salak yang muda digunakan untuk bahan rujak. Umbut salak pun
dapat dimakan.

Helai-helai anak daun dan kulit tangkai daunnya dapat digunakan
sebagai bahan anyaman, meski tentunya sesudah duri-durinya
dihilangkan lebih dahulu.

Karena duri-durinya hampir tak tertembus, rumpun salak kerap
ditanam sebagai pagar. Demikian pula, potongan-potongan tangkai
daunnya yang telah mengering pun kerap digunakan untuk
mempersenjatai pagar, atau untuk melindungi pohon yang tengah
berbuah dari pencuri.

Untuk pengobatan seperti untuk menghentikan diare, jadi bila
kebanyakan makan salak akan menyebabkan kesulitan membuang
air besar dalam kadar menengah. kadang kulit salak juga di
gunakan dalam traditional china medicine/jamu sebagai
bahan obat.

* Ragam jenis dan penyebaran









Salak ditemukan tumbuh liar di alam di Jawa bagian barat daya
dan Sumatra bagian selatan. Akan tetapi asal usul salak yang pasti
belum diketahui. Salak dibudidayakan di Thailand, Malaysia dan
Indonesia, ke timur sampai Maluku. Salak juga telah diintroduksi
ke Filipina, Papua Nugini, Queensland dan juga Fiji.

Sebagian ahli menganggap salak yang tumbuh di Sumatra bagian
utara berasal dari jenis yang berbeda, yakni S. sumatrana
Becc.. S. zalacca sendiri dibedakan lagi atas dua varietas
botani, yakni var. zalacca dari Jawa dan var. amboinensis
(Becc.) Mogea dari Bali dan Ambon.

Berdasarkan kultivarnya, di Indonesia orang mengenal antara 20
sampai 30 jenis di bawah spesies. Beberapa yang terkenal di
antaranya adalah :

Salak Sidimpuan dari Sumatera Utara,
Salak condet dari Jakarta,
Salak pondoh dari Yogyakarta
Salak Bali dari Bali

_________________________________________________________

Sekilas info Salak Merah Padang Sidempuan dan Salak
Sidempuan pada umumnya
_________________________________________________________

Berikut info sekitar salak Merah Padang Sidempuan dari hasil
simak Video Youtube lewat link dan Pembawa Acara atau reporter
"Nurul Puti Hrp dari Trans Seven :
https://www.youtube.com/watch?v=V_sR9RgYG9s













Ket :
Salak Merah atau Salacca Edulis ini sudah mulai tumbuh di
Padang Sidempuan sejak 1930.




















Ket :
Salak ini Merah bukan karena perkawinan silang, tapi murni
karena kondisi Tanah Padang Sidempuan atau Tapanuli Selatan.




















Ket :
Salak ini dapat tumbuh di dataran rendah dengan kondisi tanah
basah, dan tingkat keasaman yang sedang.





















Ket :
Salak Merah ini biasanya musim panen di akhir tahun, tapi
disetiap bulannya juga tetap dapat di panen.




















Ket :
Salak yang masih mentah akan selalu ditutupi oleh serabut dan
jika sudah siap panen serabut tersebut kan menghilang




















Ket :
Manfaat alak Merah ini selain sebagai anti oksida, kanker,
mengatasi penyakit pencernaan, diabetes, menurunkan korestrol,
dan penuaan dini.









Ket :
Andai salak merah ini ditanam di luar Padang Sidempuan salak
ini akan sulit tumbuh. Di Kab. Padang Sidempuan saja salak
ini hanya dapat tumbuh di 6 kecamatan

Karena tekstur dagingnnya yang lunak dan berair maka salak
ini dapat di buat jadi bahan kecap.

Salak secara umum di Prov. Sumatra utara dalam setiap tahunnya
dapat memproduksi 400 Ton, karena itu Salak Sidempuan adalah
salak paling panyak jumlah produksinya di Nusantara.

___________

Penutup
___________

Demikian infonya para kawan sekalian...!

Dan jika Clean ingin tahu lebih banyak mengenai "Kecap Salak Merah"
Padang Sidempuan, dapat mengacu pada link di atas atau pada :

https://www.youtube.com/watch?v=V_sR9RgYG9s
https://www.youtube.com/watch?v=V_sR9RgYG9s
https://www.youtube.com/watch?v=V_sR9RgYG9s


...dan...

Selamat malam...!

















__________________________________________________________________
Cat :
Wikipedia
https://www.youtube.com/watch?v=V_sR9RgYG9s
https://salakmerah.wordpress.com/2013/05/14/salak-merah/
http://coratcoretsofie.blogspot.co.id/2013/11/salak-merah-sebagai-bahan-baku.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar